Rekomendasi PINBA X di Pontianak

ITTIHAD MUDARRISI AL-LUGHAH AL-ARABIYAH (IMLA)

(IKATAN PENGAJAR BAHASA ARAB)

DI IAIN PONTIANAK

26-28 AGUSTUS 2016

 

Tema

Bahasa dan Kebudayaan Arab di Universitas dan  Sekolah Lintas Lima Benua

 

Rekomendasi:

  1. Di Indonesia terdapat puluhan ribu madrasah/sekolah yang mengajarkan bahasa Arab dengan puluhan bahkan ratusan juta siswa. Madrasah/sekolah tersebut memerlukan guru-guru bahasa Arab yang kompeten dan terampil dalam mengajarkan bahasa Arab. Karena itu, perlu dilaksanakan hal-hal berikut:
  • Penyelenggaraan pelatihan secara berkelanjutan untuk mengembangkan keterampilan mengajar dan keterampilan berbahasa Arab guru bahasa Arab.
  • Pemberian beasiswa bagi guru dan dosen bahasa Arab Indonesia untuk mengikuti “program celup” di dalam masyarakat akademik Arab atau kelompok masyarakat lain di Negara Arab selama periode tertentu.
  • Pertukaran dosen dan mahasiswa bahasa Arab antarperguruan tinggi di Indonesia dan di Negara-negara Arab di Indonesia dan Arab untuk mengajar bahasa-budaya Arab dan Indonesia di negara dan perguruan tujuan dengan biaya dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Agama RI.

 

  1. Program-program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Indonesia menghadapi problem keragaman atau tidak adanya kesatuan kurikulum. Karena itu perlu adanya kerjasama terpadu antarberbagai pihak (universitas, kementerian, organisasi profesi, dan para pakar) untuk mengembangkan Kurikulum Nasional Pendidikan Bahasa Arab berstandar internasional yang berlaku bagi semua Prodi Pendidikan Bahasa Arab di lingkungan Kementerian Agama maupun Kementerian Ristek-Dikti.
  2. Untuk memenuhi tuntutan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Ikatan Pengajar Bahasa Arab atau Ittihad Mudarrisi Al-Lughah Al-Arabiyah (IMLA) Indonesia melihat sangat penting untuk segera dilakukan perumusan dan penetapan standar spesifik kemampuan bahasa Arab sesuai dengan level KKNI sebagai standar pengukuran kemampuan bahasa Arab lulusan semua jenjang pendidikan di Indonesia.
  3. Sejumlah pusat bahasa di beberapa Perguruan Tinggi besar di Indonesia telah secara mandiri dan terpisah (tanpa komunikasi akademik antar mereka) telah mengembangkan tes atau alat ukur kemampuan berbahasa Arab. Dalam hal ini, IMLA memandang perlu adanya kerja sama dan kerja bersama untuk menghasilkan tes atau alat ukur kemampuan bahasa Arab yang terstandar.

 

Pontianak, 28 Agustus 2016

Ketua Umum IMLA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *